Barang apa itu Agama Bahai? Itu Sejarah dan Keberadaannya pada Indonesia

apa-itu-agama-bahai-ini-sejarah-dan-keberadaannya-di-indonesia-1
August 2, 2021 Mark Flores 0 Comments

Suara. com – Agama Baha’i dibanding Persia memang telah tumbuh di Indonesia sejak periode. Lalu apa itu petunjuk Bahai? Berikut penjelasan lengkapnya yang telah dirangkum Suara. com  .

Agama ini masuk Indonesia dibawa oleh saudagar sebab Persia dan Turki yang bernama Jamal Effendy serta Mustafa Rumi melalui Sulawesi pada 1878 silam. Aliran agama Bahai dari Bangsa persia ini kemudian menyebar ke berbagai daerah di Nusantara.

Bahkan belakangan ini, Agama Baha’i mendadak viral di media sosial. Banyak yang penasaran, serupa apa ajaran Agama Baha’i ini? Yuk, cari cakap informasi selengkapnya di kolong ini!  

Pada masa Presiden Soekarno, Baha’i tahu dilarang melalui Keppres Nomor 264/1962, karena dianggap kontras dengan revolusi, dan juga cita-cita Sosialisme Indonesia. Namun, pada zaman Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Keppres No 264/1962 dicabut dan diganti dengan Keppres No 69/2000 yang menyatakan bahwa penganut Baha’i sunyi menjalankan aktivitas keagamaannya.

Baca Juga: Soal Pegangan Baha’i di Pati, Politisi PKB: Harus Taat Aturan!

Sejarah Keyakinan Bahai

Lahirnya Pegangan Baha’i tak lepas dari seorang saudagar dari Tanah air Shiraz, Iran, yang bernama Siyyid Mírzá Alí-Muhammad. Pedagang itu kemudian mendapuk dirinya dengan gelar Sang Perihal, yang artinya gerbang.

Di dalam tanggal 23 Mei 1844, Sang Bab yang berusia 25 tahun mengakui bahwa dirinya menerima wahyu daripada Tuhan. Lalu dilakukanlah kegiatan keagamaan bernama Bab, di mana gerakan keagamaan Pasal ini menyebar ke seluruh kerajaan Persia (kini Iran) pada masa itu.

Para pemuka petunjuk Islam pada masa itu sempat menentang. Sang Perkara akhirnya meninggal secara dieksekusi mati pada 1850 pada lapangan Tabriz bersama secara 20. 000 pengikutnya.

Pra wafat, Sang Bab menyatakan bahwa kedatangannya sebagai rasul untuk menyiapkan seorang rasul yang disebut sebagai pengejawantahan Tuhan. Menurutnya, ajaran dengan akan dibawa oleh suruhan Tuhan berikutnya akan jauh lebih besar. Orang dengan dimaksud Sang Bab bergelar Baha’ullah yang berarti kemuliaan Tuhan. Baha’ullah tersebut bertanda lengkap Mirza Husayn-Ali Nuri.  

Baca Juga: Pro Kontra Menag Ucapkan Hari Raya Agama Bahai, MUI Sumbar: Ajaran Sesat

Mirza Husayn ialah anak seorang Menteri kala kerajaan Persia yang menjadi pengikut Bab sejak 1845 atau setahun setelah kemunculan gerakan keagamaan ini. Tiga tahun setelah Bab dieksekusi, Mirza diasingkan ke Baghdad.