Belajar: Insomnia Tingkatkan Risiko Moralitas pada Pengidap Diabetes

studi-insomnia-tingkatkan-risiko-kematian-pada-pengidap-diabetes-1
June 9, 2021 Mark Flores 0 Comments

Suara. com – Orang dengan diabetes yang menemui kesulitan tidur atau insomnia, 87 persen kemungkinan lebih cepat meninggal karena pokok apapun selama sembilan tarikh ke depan.

Penelitian juga menunjukan bahwa orang yang kurang tidur tetapi tak menderita diabetes, kemungkinan meninggal dalam waktu singkat kira-kira 11 persen. Kondisi itu terjadi jika seseorang sudah mengendalikan masalah medis & gaya hidup yang barangkali juga memengaruhi tidur, serupa usia, jenis kelamin, mengandung badan, merokok, depresi, & kondisi lain yang telah ada sebelumnya.

Penelitian itu diterbitkan di Journal of Sleep Research, menganalisis data dari hampir setengah juta peserta tengah baya di UK Biobank Study, yang menampung keterangan genetik dan kesehatan mendalam tentang penduduk Inggris.

“Orang dengan diabetes, tetapi tidak alami gangguan tidur, 67 persen lebih mungkin meninggal dibandingkan dengan orang dengan tidak menderita diabetes ataupun masalah tidur. Dan 87 persen lebih mungkin wafat jika mereka menderita sakit dan sering mengalami provokasi tidur, ” kata guru besar neurologi dan kedokteran pencegahan di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg sekaligus penulis studi, Kristen Knutson, dikutip dari CNN.

Baca Juga: Jangan Dianggap Remeh, Ini Efek Jangka Lama Rungau

Knutson & timnya juga membandingkan penderita diabetes yang tidur enak dengan orang yang kerap mengalami kurang tidur.

“Orang dengan diabetes yang invalid tidur, 12 persen lebih mungkin meninggal selama sembilan tahun masa pengobatan dipadankan penderita diabetes yang tidak sering alami gangguan tidur, ” kata Knutson.

Belajar ini adalah yang prima melihat kombinasi diabetes ditambah gangguan tidur dan risiko kematian, tambahnya.

Akan tetapi, menurut spesialis tidur Dr. Raj Dasgupta, penelitian tersebut hanya mampu menunjukkan hubungan dan bukan penyebab kematian.

“Diabetes ialah penyakit mematikan dan bisa dengan mudah dipengaruhi oleh tidur atau sebaliknya, ” kata Dasguta.

Baca Juga: Dahsyatnya Jalan Berleha-leha, 1000 Langkah Turunkan 28 Persen Risiko Kematian

Misalnya, kata Dasgupta, penderita diabetes tipe 2 mengarah kelebihan berat badan serta mungkin menderita apnea rebah obstruktif, ketika otot tenggorokan rileks dan menutup media napas sehingga mengganggu tidur.