Berapa Lama Antibodi Bertahan di Dalam Tubuh Setelah Terinfeksi Covid-19?

berapa-lama-antibodi-bertahan-di-dalam-tubuh-setelah-terinfeksi-covid-19-1
May 27, 2021 Mark Flores 0 Comments

Bahana. com – Sudah lebih dari setahun sejak dunia berjuang melawan pandemi Covid-19. Sementara para ilmuwan masih terus mencari jalan memecahkan misteri tentang virus corona. Salah satunya dengan upaya vaksinasi yang kini sedang berlangsung.

Vaksinasi bertujuan untuk mendapatkan antibodi lantaran virus corona, sehingga seseorang diharapkan tidak mudah tertular, dan kalaupun tertular cuma bergejala ringan.

Namun pertanyaannya kini, berapa lama antibodi bertahan setelah seseorang sembuh dari infeksi?

Dilansir dari Times of India, selama ini para-para ahli kesehatan menyarankan orang-orang yang tertular infeksi untuk mendapatkan vaksin tiga bulan setelah sembuh.

Baca Juga: Benarkah Autoantibodi Menggalakkan Keparahan Infeksi Virus Corona Covid-19?

Namun, suatu studi baru yang dipimpin oleh para peneliti di Washington University School of Medicine di St. Louis dan diterbitkan dalam buku harian Nature, menunjukkan bahwa berbulan-bulan setelah pulih dari urusan ringan infeksi Covid-19, orang-orang masih memiliki sel-sel kekuatan dalam tubuh mereka dengan mengeluarkan antibodi. Studi itu juga menemukan bahwa sel-sel semacam itu dapat menetap seumur hidup, memompa antibodi sepanjang waktu.

Studi tersebut menunjukkan bahwa kasus Covid-19 ringan membuat orang mempunyai perlindungan antibodi yang awet lama dan kemungkinan untuk mengalami infeksi berulang sangatlah rendah.

Tahun lalu, petunjuk mengatakan bahwa antibodi redup dengan cepat setelah infeksi, yang diartikan bahwa kekebalan yang didapat tidak menetap lama. Namun nyatanya, antibodi turun setelah infeksi payah, namun tidak turun ke nol. Sebaliknya, kadar antibodi tetap stabil.

Selama penelitian, sel antibodi ditemukan pada manusia apalagi setelah 11 bulan terinfeksi, yang merupakan jangka waktu yang cukup lama.

Sesudah infeksi virus, sebagian gembung sel kekebalan penghasil antibodi mati dan terjadi kemerosotan kadar antibodi darah. Meskipun sedikit, sel-sel kekebalan penghasil antibodi ini, yang selalu disebut sel plasma berumur panjang, bermigrasi ke tulang dan menetap pada dalamnya. Dari sana, sel-sel tersebut terus mengeluarkan antibodi tingkat rendah dan positif melawan jika ada virus berikutnya yang masuk.

Baca Selalu: Perbedaan Antibodi dari Riwayat Infeksi dan Vaksin Covid-19

Meski begitu, para peneliti mengingatkan bahwa sudah terinfeksi Covid-19 tidak menjamin Anda tak akan tertular lagi. Virus ini baru dan kurang tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, pastikan Anda mengikuti semua pedoman kesehatan yang disarankan.