Berlaku di 7 TKP, DOR! Mengambil di Tanjungpinang Ditembak Polisi

Berlaku di 7 TKP, DOR! Mengambil di Tanjungpinang Ditembak Polisi
October 7, 2020 Mark Flores 0 Comments

Polisi menggiring tersangka jambret tujuh TKP di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (7/10/2020). [ANTARA/Ogen]

“TKP terakhir itu korbannya seorang wanita yang tengah berkendara sepeda motor, ” ujar Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang.

SuaraJakarta. id semrawut Seorang pelaku peristiwa jambret tujuh TKP di Praja Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau berinisial DS (31) ditembak polisi dalam bagian betis kedua kaki sebab mencoba kabur saat hendak ditangkap.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Panindra, menyampaikan, pelaku jadi ditangkap di jalan Haji Agus Salim sekira pukul 10. 00 WIB, Rabu (7/10/2020).

“Penangkapan berawal dibanding informasi dan hasil penyelidikan tim gabungan Unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Barat dan Sat Reskrim Polres Tanjungpinang, ” ungkap Reza.

Dari buatan interogasi, kata Reza, pelaku mengaku sudah melakukan tindak pidana mengambil di tujuh TKP berbeda dalam wilayah hukum Polres Tanjungpinang.

Antara lain, Jalan Soekarno Hatta, kemudian perut TKP di Jalan Kamboja, Bulevar Delima, dan TKP terakhir dalam Jalan Cempedak pada Senin 5 Oktober 2020.

“TKP terakhir itu korbannya seorang wanita yang tengah berkendara sepeda motor, tiba-tiba pelaku menarik tas korban hingga menyebabkan korban terjatuh dan mengalami luka dalam bagian wajah. Sementara pelaku berhasil melarikan diri sambil membawa tas korban, ” ungkap Reza.

Lanjut Reza, dari tangan pelaku pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa, dua unit handphone merk Iphone 11 dan Iphone 7, dua bahan tas hitam, satu buah tas warna orange, beberapa amplop ampau berwana merah, dan satu Unit kendaraan merk honda scoopy warna putih yang digunakan pelaku saat mewujudkan aksinya.

“Pelaku sebagaimana dimaksud dalam kausa 365 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana pencurian dan kebengisan dengan ancaman pidana penjara memutar lama sembilan tahun, ” tegas Kasat Reskrim.

Sementara itu, pelaku DS mengaku nekat melakukan penjambretan sebab tidak punya pekerjaan tetap.

Adapun kekayaan hasil kejahatannya tersebut digunakan untuk berfoya-foya, salah satunya membeli narkoba.

“Saya sangat ketergantungan dengan narkoba, ” ujarnya singkat. [Antara]