Budak Bahagia, Perkembangan Otak dan Sistem Imun Bakal Maksimal

Budak Bahagia, Perkembangan Otak dan Sistem Imun Bakal Maksimal
July 26, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

Bahana. com – Perasaan bahagia yang dialami anak, pertama balita, berperan besar dalam jalan otak dan sistem imun. Kok bisa?

Selain menjaga fisik tetap bugar, bentuk imun yang sehat juga ditunjang dari perasaan bahagia. Tak cuma untuk imun, perasaan bahagia selalu berperan penting untuk perkembangan otaknya.

“Situasi PSBB seperti sekarang, bahagia selain bisa meningkatkan imunitas, tapi juga jalan otak anak. Jadi anak bisa belajar, bisa bertumbuh, salah utama syaratnya, kalau anak usia dini dia harus bahagia, ” sebutan psikolog anak dari Tiga Generasi Saskhya Aulia Prima dalam konferensi virtual BNPB, Minggu (26/7/2020).

Saskhya membaca bahwa selain otak, balita serupa mengalami perkembangan emosi dan sosial. Selama masa pandemi ini, sungguh menjadi tantangan untuk orangtua memastikan pertumbuhan itu tetap berjalan optimal.

Terutama anak yang sudah usia sekolah tetapi harus menjalaninya dari rumah. Peran orangtua jadi bertambah juga menjadi guru. Kondisi itu, taat Saskhya yang akan mempengaruhi muncul kembang anak.

Anak senang bersama keluarga. (Shutterstock)

“Kalau sekolah kan sudah punya rencana pembelajaran. Kalau di rumah tanggungjawab orangtua untuk mengiringi sekaligus mendidik, terutama usia pra untuk belajar. Tapi interaksi yang kadang-kadang kurang membuat bahagia atau membuat anak kurang termotivasi buat belajar. Selain itu juga jika di rumah motivasi anak melancarkan jadi beda, ” paparnya.

Ia menyarankan, bagi balita sebaiknya proses membiasakan lebih banyak dilakukan melalui aksi fisik secara langsung, daripada melalaikan virtual.

“Anak usia dini butuh gerak wujud aktif 3-4 jam. Tapi sekarang lebih banyak di layar, kehidupan fisik terbatas, makanan sehat juga jarang keluarga yang telaten dalam menyediakan makanan tersebut, dan final rutinitas. Jadi pengaruh ke muncul kembang tentu ada, ” ujarnya.

Dalam status saat ini, Saskhya mengingatkan orangtua harus lebih berusaha mencarikan kegiatan fisik untuk dilakukan bersama bujang. Selain itu dengan mengimbangi asupan nutrisi yang bergizi seimbang serta istirahat cukup, menurut Saskhya pertumbuhan anak tidak akan terganggu.