Bulai Paedofil Buronan FBI Kerap Suruhan Korban Bantu Rekam Adegan Pornonya

Bulai Paedofil Buronan FBI Kerap Suruhan Korban Bantu Rekam Adegan Pornonya
June 20, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

SuaraJogja. id – Sesudah ditangkap di lokasi persembunyiannya, karakter Russ Albert Medlin, buronan Federal Bureau of Investigation (FBI) dengan kerap merekam saat menyetubuhi gadis remaja akhirnya terungkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut jika aksi merekam yang dilakukan Medlin terhadap anak-anak dengan disetubuhi untuk kepentingan pribadinya.

Gadis remaja itu merupakan pekerja seks menguntungkan yang disewa Medlin dari mucikari berinisial A.

INFOGRAFIS: Russ Albert Medlin “Bule Pedofil” Buronan FBI

Sejak pengakuannya kepada penyidik, bule Amerika Serikat itu mengaku suka meminta bantuan PSK belia yang disewanya itu untuk merekam adegan di atas ranjang.

“Modus operandi yang sering dan pernah dilakukan RAM adalah setiap melaksanakan persetubuhan dengan korban-korbannya itu, pasti dia minta divideokan. Ya, karena memang korban dengan membantu juga, memang disuruh karakter. Ada korban yang satu itu disuruh merekam, ” ujarnya.

Baca Juga: Sembunyi di Banten, Mucikari Penyuplai PSK ABG ke Buronan FBI Tertangkap

Meski demikian, polisi sedang menyelidki motif Medlin yang hobi mengabadikan melalui video anak-anak yang disetubuhinya itu. Sejauh ini, petugas belum menemukan video seks buatan rekaman Medlin disebar situs porno untuk kepentingan bisnis.

“Sampai saat tersebut tidak ada dugaan dia mengikuti bisnis pornografi, ” katanya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya meringkus Medlin di sebuah rumah di Jalan Brawijaya VIII, Jakarta Selatan. Penangkapan terhadap Medlin dilakukan pada Minggu (15/6/2020).

Baca Juga: Buronan FBI Medlin Doyan Sewa PSK Anak di Jakarta, Pemasoknya Diburu Polisi

Selama bersembunyi pada Jakarta, buronan FBI itu ternyata kerap meminta dicarikan gadis pada bawah umur kepada tersangka A untuk disetubuhi.

Ketiga korban anak-anak pada bawah umur yang diperkenalkan sebab A itu di antaranya berinisial SS, LF dan TR.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui pula Medlin ternyata merupakan seorang residivis terkait urusan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Amerika.

Ketika itu, Medlin divonis dua tahun kurungan oleh Pengadilan Distrik Negara Bagian Nevada, AS atas perbuatannya melakukan pelecehan seksual dengan korban anak berusia 14 tahun dan merapikan material video dan gambar secara obyek anak sebagai korban seksual.

Selain itu, Medlin juga diketahui ialah buronan FBI. Berdasar Red Notice Interpol, Medlin melakukan penipuan investor sekitar USD 722 juta ataupun sekitar Rp 10, 8 triliun.

Tempat menipu menggunakan modus penipuan investasi saham atau cryptocurrency skema ponzi.

Atas perbuatannya, kekinian dia dijerat Pasal 76 D jo Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 mengenai perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan bujang. Dia terancam pidana penjara memutar singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan kompensasi paling banyak Rp 5 juta.