Daripada Vaksin Dosis Ketiga, Spesialis Lebih Anjurkan Pakai Masker untuk Cegah Varian Delta

daripada-vaksin-dosis-ketiga-pakar-lebih-anjurkan-pakai-masker-untuk-cegah-varian-delta-1
August 25, 2021 Mark Flores 0 Comments

Suara. com – Kontroversi vaksin Covid-19 dosis ketiga yang tiba diberikan sejumlah negara mendapat kritikan keras dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Apalagi, epidemiolog WHO menyebut mas vaksin dosis ketiga laksana penumpang kapal yang mempunyai rompi penyelamat ekstra & membiarkan yang lain tenggelam.

Padahal taat Christina Pagel dari University College London, Inggris, cara terbaik mencegah Covid-19 varian Delta adalah menggunakan masker.

“Saya pikir semua karakter harus memakai masker di dalam ruangan di tempat publik, karena fungsi utamanya adalah melindungi orang lain dan bukan diri tunggal, ” katanya.

Baca Juga: Dosis Ketiga Alias Booster: Efektif atau Saja Buang-buang Vaksin Covid-19?

ilustrasi kedok dua lapis. (Dok. Envato)

Keterangan terbaru tentang kemampuan varian Delta untuk menginfeksi & ditularkan oleh orang dengan sudah divaksinasi mengindikasikan kalau imunisasi massal barangkali tidak cukup untuk mengendalikan virus tersebut.

Alih-alih hanya mengandalkan vaksin, para ilmuwan mengutarakan bahwa untuk melawan Delta kita perlu menerapkan langkah-langkah protektif – yang menawarkan lapisan perlindungan tambahan dari virus.

“Saya juga berputar orang yang sudah divaksinasi tidak boleh diberikan pengecualian khusus dari langkah-langkah melindungi karena ada semakin banyak bukti bahwa mereka bisa cukup mudah menginfeksi orang lain dengan varian Delta, ” tuturnya, dilansir BBC Indonesia.

Sementara itu, ia menekankan, ada kebutuhan yang sangat jelas dan mendesak untuk jumlah pertama bagi mayoritas karakter di dunia.

Ia juga tidak menutup kemungkinan kesudahannya dosis booster akan dibutuhkan, Namun keputusan tersebut tetap tidak bisa mengalihkan suplai yang dapat disalurkan ke negara-negara miskin.

Baca Juga: WHO: Asia-Pasifik Hadapi Fase Kritis Pandemi COVID-19

“Ada kebutuhan yang sangat nyata dan mendesak untuk dosis pertama untuk mayoritas orang di dunia, ” ujarnya.