Di Masa Pandemi, Salon Jadi Salah Satu Kebutuhan untuk Kaum Hawa

Di Masa Pandemi, Salon Jadi Salah Satu Kebutuhan untuk Kaum Hawa
October 1, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

Suara. com – Di masa pandemi seperti sekarang ini, salon menjadi salah satu tempat yang paling dirindukan keluarga Hawa. Karena di salon, para perempuan bisa memanjakan diri serupa merawat tubuh.

Meski menjamur di Jakarta, namun salon yang menawarkan bagian lengkap dengan fasilitas dan treatment yang memanjakan masih jarang. Lengah satunya adalah Kalani Salon & Spa.

Salon yang berlokasi di Raden Permata, Jakarta Timur ini menyajikan seluruh jenis perawatan kecantikan mulai lantaran hair treatment, face treatment, body treatment, massage, reflexology, manicure & pedicure, eyelash extention, waxing tenggat bow & hair Style.

Selain mempersembahkan paket treatment yang lengkap, salon ini juga dibuat agar pelanggannya mendapatkan kepuasan maksimal dengan sentuhan yang begitu private. Setiap kawasan dibantu seperti kamar pribadi.

Salah satu pelanggan melakukan treatment di Kalani Salon & Spa. [dokumentasi pribadi]
Salah satu pelanggan melakukan treatment pada Kalani Salon & Spa. [dokumentasi pribadi]

“Kalani tak didesain ramai sempurna orang. Ini demi menjaga privasi sekaligus ketenanganmu saat menikmati me time. Apalagi saat melakukan treatment, kamu akan ditenangkan dengan buaian musik yang pelan dan sejuk, juga aroma wewangian khas Kalani yang bikin rilleks, ” cakap Dhea Badiaturrumi, Owner Kalani Salon & Spa.

Melakukan perawatan tubuh dalam Kalani kali ini makin sempurna karena para capster sangat santun dan lembut. Mereka berkomunikasi secara baik saat mulai melakukan sentuhan, dengan terlebih dahulu menanyakan soal kenyamanan.

“Jadi bakal rasa seperti disalon di rumah sendiri, atau ke salon tapi seperti di panti sendiri, ” ujar Dhea.

Yang tak tumbang menarik, setiap pelanggan yang hendak treatment ditanya terlebih dahulu apakah dia mau ngobrol dengan capster atau tidak.

Karena meski hal tersebut sepintas terasa sepele, tapi penting dibiasakan karena tak semua hawa yang ke salon suka mengobrol.

“Ada yang ke salon itu sebab di rumahnya brisik, jadi pengen tidur. Ada yang pengen ngobrol. Jadi harus dipastikan dulu, ” jelasnya.