Gereja Ditolak, Kemanag Sukoharjo: Pendirian Kudu Melalui Beberapa Syarat

Gereja Ditolak, Kemanag Sukoharjo: Pendirian Kudu Melalui Beberapa Syarat
October 27, 2020 Mark Flores 0 Comments

Situasi Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Mojolaban, Sukoharjo. (Suara. com/RS Prabowo)

Pendirian rumah ibadah harus mencuaikan beberapa syarat dan mekanisme yang harus ditempuh, salah satunya warga sekitar tidak ada yang keberatan

SuaraJawaTengah. id – Penolakan pembangunan sebuah gereja terjadi dalam wilayah RT 04, RW 03, Dukuh Jetis, Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo.

Gereja tersebut ditolak kebaradaannya sebab 14 takmir masjid yang berharta di desa Gadingan.  

Kepala Biro Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukoharjo Ihsan Muhadi menyebut pendirian vila ibadah harus melalui beberapa syarat dan mekanisme yang harus ditempuh.

“Setiap rumah ibadah kan pasti tersedia ketentuan yang harus dipenuhi serasi dengan peraturan. Sepanjang memenuhi persyaratan, tidak ada keberatan dari warga biasanya gampang rekomendasi itu, ” kata Ihsan saat dihuhungi SuaraJawa Tengah. id, Senin (26/10/2020) suangi.

“Lalu akan ada rekomendasi dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), lalu Kemenag kabupaten, diusulkan ke pemkab. Nanti, bupati yang mengeluarkan kerelaan dan itu berlaku untuk seluruh tempat ibadah, ” tambah tempat.

Sistem terkait tata cara pendirian panti ibadah diatur dalam Peraturan Bergabung Menteri Agama dan Menteri Di Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006.

Pasal 13 bagian 1 menyatakan bahwa pendirian sendi ibadah haruslah didasarkan pada masukan dan keperluan nyata berdasarkan susunan jumlah penduduk bagi pelayanan pengikut beragama yang bersangkutan di daerah kelurahan atau desa.

Awalnya, informasi tersebut viral dimedia sosial. Di akun twitter @AnakKolong memberikan utasan pernyatakan sikap para takmir masjid tersebut.  

Pada utasan itu dituliskan “Stempel Masjid, Satu gereja “dikepung” 14 stempel masjid dan 1 stampel ketua LP2A (Lembaga Pendidikan & Pengamalan Agama Islam desa Gadingan Kec. Mojolaban Sukoharjo.  

Ini isi surat pernyataan dari para takmir masjid setempat: