HIV Ternyata Bisa Bersembunyi di Tokoh dan Menyerang Organ Tubuh Lain!

HIV Ternyata Bisa Bersembunyi di Tokoh dan Menyerang Organ Tubuh Lain!
June 23, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

Suara. com – Sebuah studi baru di dalam tikus dan jaringan manusia membuktikan human immunodeficiency virus (HIV) dapat ‘bersembunyi’ di otak bahkan ketika dibati dengan terapi antiretroviral. Pada waktunya, virus ini akan menginfeksi orang lain dalam tubuh jika pengobatan dihentikan.

Beradasarkan laporan Live Science , HIV, virus pasal AIDS, melumpuhkan sistem kekebalan awak dan membuat tubuh rentan terhadap penyakit.

Terapi kombinasi antiretroviral, atau ART, dapat secara signifikan menurunkan konsentrasi virus dalam tubuh, sampai pada titik patogen ini tidak terdeteksi, gejala sebagian besar hilang dan orang yang dirawat tidak teristimewa menular kepada orang lain.

Tetapi obat yang digunakan untuk terapi ART harus diminum setiap hari, serta jika pengobatan dihentikan, virus bisa muncul kembali dari ‘tempat-tempat tersembunyi’ di dalam tubuh.

Studi baru, dengan terbit 11 Juni dalam buku harian PLOS Pathogens, menunjukkan salah mulia tempat persembunyian ini ada dalam sel-sel otak yang disebut astrosit.

Baca Juga: Menengok Toleransi Kampung Tangguh Desa Kunjang di Tengah Pandemi Covid-19

Ilustrasi HIV. (Shutterstock)

Menurut laporan studi, astrosit membentuk sekitar 60% dari total sel pada otak manusia, dan pada karakter yang terinfeksi, penulis penelitian memperhitungkan antara 1% dan 3% daripada sel-sel ini dapat ‘melindungi’ HIV.

“Bahkan 1% bisa menjadi signifikan sebagai tempat perlindungan untuk virus. Bila kita akan mencoba menemukan obat HIV, Anda tidak dapat melengahkan peran otak sebagai tempat pelestarian ini, ” kata penulis studi Lena Al-Harthi, seorang profesor dan ketua di Department of Microbial Pathogens and Immunity at Rush University Medical Center di Chicago, Amerika Serikat.

Al-Harthi dan rekan-rekannya menarik kesimpulan dari model tikus yang terinfeksi HIV dan sudah disuntik sel manusia, serta pemeriksaan jaringan otak manusia postmortem.

Baca Juga: AC Dikenal Bisa Kurangi Penyebaran Virus Corona, Mitos Atau Fakta?

Meski sarjana sudah mengetahui peran astrosit pada infeksi HIV, masih banyak studi yang harus dikerjakan untuk menyelami secara pasti bagaimana virus ‘memegang kendali’ pada tubuh pasien.