Jakarta Percepat Pembuatan QR Code untuk Tempat Usaha

jakarta-percepat-pembuatan-qr-code-untuk-tempat-usaha-1
September 8, 2021 Mark Flores 0 Comments

Suara. com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempercepat pembuatan kode respons cepat atau QR Code di sejumlah tempat jalan untuk mendukung pergerakan ekonomi saat PPKM Level 3 di Ibu Kota.

Agenda ini disampaikan Anies setelah pada awal pekan tersebut ia meneken Keputusan Gubernur Nomor 1072 tahun 2021 tentang PPKM level tiga di Jakarta, yang memandang penggunaan aplikasi PeduliLindungi pada pasar swalayan dan supermarket.

Aplikasi PeduliLindungi akan digunakan untuk memindai QR Code yang terpasang di ruang-ruang publik di Jakarta dan wilayah asing di Indonesia. Ia bakal berfungsi antara lain untuk menyampaikan informasi soal ulangan Covid-19 dan vaksinasi mengikuti pelacakan orang yang nyata atau berpotensi positif.

“Kami akan percepat proses pengerjaan QR Code supaya bertambah cepat lagi kita bekerja, ” kata Anies Baswedan di Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Mengucapkan Juga: Swalayan dan Hypermarket di Jakarta Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Menurut dia, pembuatan kode QR di wadah usaha seperti restoran dan pabrik mengalami kendala sebab terbatas. Padahal perekonomian dapat bergerak salah satunya dibantu oleh beberapa kegiatan usaha yang sudah boleh dimulai meski beberapa di antaranya masih tahap uji coba.

Selama pelonggaran PPKM Golongan 3 di Jakarta sebanyak tempat usaha di antaranya mal dan pusat perbelanjaan sudah diperbolehkan buka terpatok dalam masa uji coba. Salah satu syaratnya buat bisa masuk mal ialah dengan memindai QR code aplikasi PeduliLindungi.

Begitu selalu ketika memasuki tempat wisata seperti Ancol, restoran, vila makan atau kafe dalam ruang terbuka atau berharta di gedung tersendiri, selalu memerlukan pindai kode QR menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Sebelumnya, Badan Was-was Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat ekonomi di Pokok Kota tumbuh mencapai 10, 91 persen pada triwulan II-2021 atau lebih luhur dibandingkan periode sama tahun lalu yang mengalami kontraksi 8, 33 persen.

BPS DKI Jakarta memperkirakan melesatnya pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota salah satunya didorong pelonggaran kegiatan ekonomi serta sosial saat PPKM. [Antara]

Baca Juga: Enggan Jawab Perkara Formula E, Gubernur Anies Hanya Tertawa Saat Ditanya