Kebakaran Kejagung, DPR Minta Kabareskrim Hidup Cepat Cari Pelakunya

Kebakaran Kejagung, DPR Minta Kabareskrim Hidup Cepat Cari Pelakunya
September 17, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

Suara. com kacau Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat, Hinca Pandjaitan, berpandangan ada dua kemungkinan di balik peristiwa kebakaran dalam Kejaksaan Agung. Hal itu menyusul temuan Bareskrim Polri dan dinaikkannya kasus tersebut ke tahap penyidikan.

Kemungkinan pertama menurut Hinca ialah adanya upaya sabotase terhadap terbakarnya gedung utama Kejaksaan Agung dalam kerangka menutupi kasus tertentu.

“Kedua, ada upaya intimidasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab kepada Kejaksaan RI agar tidak melanjutkan kasus tertentu. Terlebih dua kasus besar sedang diusut oleh Kejaksaan RI. Sehingga kami berharap Kabareskrim Polri bergerak lekas menemukan siapa pelakunya dan barang apa motifnya, ” kata Hinca pada keterangannya, Kamis (17/9/2020).

Hinca kemudian menodong Kepolisian tidak hanya berhenti mencari siapa pelaku pembakaran Kejaksaan Luhur. Melainkan juga perlu ditelusuri bertambah jauh apa yang menyebabkan pelaku kemudian berani membakar gedung Kejaksaan Agung.

“Jika memang ada dugaan tindak pidana berarti langkah selanjutnya yang perlu diambil adalah menemukan siapa yang melakukan Delik tersebut, kenapa dia melakukannya dan apakah tempat melakukannya dipengaruhi orang lain atau tidak, ” kata dia.

“Pertanyaan ini harus segera dijawab agar tak ada spekulasi liar di publik, ” Hinca menambahkan.

Sebelumnya, Bareskrim Polri meningkatkan status perkara kebakaran Gedung Kejaksaan Agung dari tahap analisis ke tahap penyidikan. Hal itu dilakukan setelah ditemukan adanya unsur pidana.

“Penyelidik berpendapat terhadap kasus tersebut ada dugaan peristiwa pidana sehingga kepada proses yang dilakukan akan ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan, ” kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Daksina, Kamis (17/9/2020).

Listyo mengatakan pasal dengan disangkakan kepada pelaku yakni Kausa 187 dan 188 KUHP tentang kesalahan tindakan yang menyebabkan kebakaran dan menimbulkan kerugian materi beserta nyawa.

“Kami melakukan penyidikan, dan menilik potensial saksi, potensial suspek (tersangka), ” ujarnya.