Kerap Ditolak Warga, Tim Pakar Rangkai Tugas Jelaskan Pentingnya Rapid Tes

Kerap Ditolak Warga, Tim Pakar Rangkai Tugas Jelaskan Pentingnya Rapid Tes
June 19, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

Bahana. com – Pemimpin Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof. Drh. Wiku Adisasmito meminta masyarakat agar tidak takut dengan tenaga kesehatan yang akan melakukan rapid test. Makin sampai menolak dilakukan rapid test.

Rapid test adalah salah satu cara pencegahan penyebaran virus corona dengan dilakukan pemerintah untuk screening ataupun contact tracing bagi orang dengan memiliki riwayat kontak erat secara penderita.

“Itulah yang seharusnya dites apakah yang bersangkutan terinfeksi atau tidak, bahkan menggunakan rapid test, seandainya hasilnya negatif nanti 7-10 hari lagi harus diulang, jadi tak semua orang harus dites, ” kata Wiku dari Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Rapid test itu, kata Wiku harus dilakukan secara berkala untuk mendeteksi seseorang sudah terinfeksi atau tidak.

“Harus diulang karena fungsinya rapid tes sekarang itu rapid tes antibodi, jadi melihat apakah yang bersangkutan itu telah muncul antibodinya, pada saat diperiksa pertama barangkali antibodinya belum hidup di dalam tubuhnya, maka diulang lagi, kalau sudah 7-10 hari diperiksa lagi dan antibodinya tidak terbentuk artinya dia negatif (non-reaktif), ” jelasnya.

Membaca Juga: Sidang Perdana Kasus Sunda Empire Molor, Adjuster: Jaksa Ikut Rapid Test

Kalau seseorang dinyatakan reaktif virus corona maka orang tersebut wajib melanjutkan ke pengambilan spesimen lendir indra dan mulut (swab test) untuk diperiksa mengunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

Proses pemeriksaan ini bisa memakan waktu 2-3 hari, sehingga seorang reaktif corona itu tetap mengisolasi diri membatasi interaksi sosial di lingkungannya.

“Mereka harus isolasi, isolasinya mampu isolasi mendiri di rumah tak pergi kemana-mana, atau kalau ada fasilitas publik yang bisa dimanfaatkan isolasinya disitu, ” lanjut Wiku.

Baca Juga: Uji Swab Tahap 2 Pedagang Pasar di Sleman Tawar, Peserta Rapid Test Turun

Sebelumnya terjadi beberapa penolakan dari klan masyarakat di berbagai daerah sebab takut rapid test justru membuang dirinya sehingga tidak bisa berfungsi dan mengurangi pendapatan ekonomi.