Kim Jong Un Larang Warganya Kenakan Skinny Jeans

kim-jong-un-larang-warganya-kenakan-skinny-jeans-1
May 22, 2021 Mark Flores 0 Comments

Bahana. com – Kim Jong Un diyakini semakin khawatir tentang pengaruh asing di Korea Mengadukan. Terbaru, sebuah surat informasi pemerintah telah memperingatkan, bertambah banyak yang harus dikerjakan untuk melawan “invasi ragam hidup kapitalistik” dari Barat yang “dekaden”.

Rodong Sinmun, pemimpin Partai Buruh yang berkuasa di negara tersebut, menulis bahwa sejarah mengajarkan pentingnya sebuah negara mampu menjadi rentan dan di dalam akhirnya runtuh seperti dinding lembab, terlepas dari kekuatan ekonomi dan pertahanannya bila tidak berpegang pada kekuatan sendiri, yakni gaya tumbuh sendiri.

Tulisan kabar itu memperingatkan kelompok muda di negara pimpinan Kim Jong Un bertambah cenderung dipengaruhi oleh lagam hidup kapitalisme yang “eksotis”.

“Kita harus waspada apalagi pada tanda sekecil apapun dari gaya hidup kapitalistik dan berjuang untuk menyingkirkannya, ” tulis artikel tersebut, dilansir laman Express, Minggu (23/5/2021).

Baca Juga: Orang Kepercayaannya Tewas Sesudah Disuntik Obat China, Kim Jong Un Ngamuk!

Kabarnya, Kim Jong Un telah melarang gaya bulu “non-sosialis” seperti mullet. Rambut runcing dan diwarnai pula telah dilarang.

Di lembah undang-undang yang baru, lelaki dan perempuan hanya dapat memiliki satu dari 15 potongan rambut alternatif.

Ilustrasi skinny jeans dan high heals. [Shutterstock]

Menurut Daily NK , Bon Pemuda provinsi mengeluarkan instruksi tentang gaya rambut yang “pantas”.

Dokumen tersebut mengatakan, mullet dan gaya rambut tidak tentu lainnya adalah “perilaku anti-sosialis” dan merupakan bagian dari “angin kuning kapitalisme”.

Baju gaya Barat seperti jeans robek atau skinny, baju oblong, serta tindik indra dan bibir juga telah dilarang.

Baca Juga: UN Watch Masukkan Indonesia ke Daftar Negara ‘Memalukan’, Warganet Bereaksi

Kesibukan keras terbaru ini dilakukan menyusul serangkaian tindakan mutakhir yang diperkenalkan di Korea Utara untuk menghentikan efek negara asing.