Negeri Sebut Pekerja Masih Berkerumun Saat Jam Istirahat Makan Siang

Negeri Sebut Pekerja Masih Berkerumun Saat Jam Istirahat Makan Siang
June 16, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

Suara. com – Juru kata pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengklaim bahwa masyarakat khususnya di wilayah Jabodetabek sudah sadar taat protokol kesehatan saat berangkat kerja. Namun banyak mengabaikan masa jam istirahat makan siang di tengah pandemi virus corona covid-19.

Patuh Yuri, ketaatan tersebut membuktikan penerapan enerapan Surat Edaran Gugus Suruhan Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2020 berjalan baik di transportasi umum, stasiun, jalan sundal hingga perkantoran.

“Kami melihat sudah banyak masyarakat yang bisa melaksanakan secara baik, ” kata Yuri sejak Kantor BNPB, Jakarta.

Catatan pemerintah, umum masih banyak yang berkerumun ketika jam istirahat makan siang, sehingga perlu diwaspadai terkait penyebaran virus corona.

“Karena kita pahami bersama, kalau faktor pembawa penyakit ini ialah manusia. Artinya, mobilitas sosial pribadi menjadi sesuatu yang penting untuk kita perhatikan, ” ucapnya.

Baca Juga: Latihan Menari dengan Menerapkan Aturan Kesehatan

Sebelumnya, Gugus Tugas sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Pengaturan Jam Kerja pada Masa Adaptasi Istiadat Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di Jabodetabek.

Adapun preskripsi tersebut sekaligus guna menyikapi status kepadatan dan jaga jarak ataupun physical distancing bagi para pelaku, agar tidak berangkat secara berbenturan pada jam yang hampir sepadan, menuju ke tempat kerja.

Surat edaran itu akan mengatur dua tahapan kausa mulai bekerja, yang diharapkan sanggup berimplikasi pada akhir hari jam kerja.

Baca Juga: Ada Kasus Corona di Pasar Rawasari karena Invalid Protokol Kesehatan

Untuk gelombang baru, seluruh institusi yang mempekerjakan ASN, BUMN, maupun swasta, akan memakai dua tahapan.

Tahap pertama atau aliran yang pertama, akan memulai pekerjaan mulai 07. 00 sampai 07. 30 WIB. Diharapkan dengan 8 jam kerja, maka akan mengakhiri pekerjaannya di 15. 00 ataupun 15. 30.

Sementara gelombang yang ke-2, diharapkan mulai bekerja pada jam 10. 00 sampai 10. 30, sehingga diharapkan akan mengakhiri tanda kerja pada 18. 00 dan 18. 30.

Upaya ini bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara kapasitas moda transportasi umum dengan jumlah penumpang.