Opera Sabun Messi Berakhir, Ini Hasil yang Harus Dihadapi Barcelona

Opera Sabun Messi Berakhir, Ini Hasil yang Harus Dihadapi Barcelona
September 5, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

Suara. com – Opera sabun terbesar di pura transfer musim panas tahun 2020 telah berakhir. Lionel Messi yang sebelumnya membuat geger jagad menampar bola dengan niatnya hengkang sejak Camp Nou, pada akhirnya bermukim di Barcelona.

Ikhlas tidak ikhlas, rela atau tidak rela, kenyataannya Lionel Messi tak mampu melangkahkan kakinya keluar dari klub yang menaunginya sejak ia berusia 13 tahun.

Setelah keputusan Messi diumumkan ke seluruh penjuru dunia, pemain Argentina itu berbicara tentang keseluruhan proses yang membawa hubungannya dengan klub ke bintik terendah dengan mengerucutkan seorang pemrakarsa kekisruhan di klub Catalonia tersebut, yaitu sang presiden Josep Maria Bartomeu.

Kolase foto Lionel Messi dengan Josep Maria Bartomeu. [AFP]

Dengan berat hati, Messi pada akhirnya harus mengemban tugas sebagai jenderal lapangan Blaugrana setidaknya untuk satu musim lagi. Tetapi yang tidak bisa ditampik adalah hal itu melahirkan konsekuensi dengan harus dihadapi Barcelona yang musim lalu terpuruk di kancah domestik dan Eropa. Alias gagal mengambil satu gelar pun.

Dilaporkan Marca, menyesatkan tidak ada empat konsekuensi yang akan dihadapi Barcelona menyusul kesimpulan bertahan pemain berjuluk Messiah itu.

1. Batasan finansial

Tidak mampu dipungkiri, pandemi COVID-19 berdampak tinggi pada industri sepak bola dalam dunia, tidak terkecuali Barcelona. Sama dengan diberitakan sebelumnya, pendapatan Barcelona masuk bebas akibat COVID-19.

Dengan bertahannya Messi, Barcelona FC pun kehilangan peluang, paling tidak, untuk memperoleh pemasukan berjumlah triliunan rupiah. Sebaliknya, Barcelona justru masih harus menanggung beban gaji Messi yang jumlahnya dikabarkan lebih dari 100 juta euro bagi tahun.

Alhasil, rencana Barcelona untuk membuat Lautaro Martinez, Georginio Wijnaldum serta Memphis Depay sepertinya akan diurungkan.

Lionel Messi tengah bersiap diwawancara usai pertandingan Barcelona vs Osasuna di Camp Nou, Jumat (17/7/2020). [AFP]

2. Keretakan dalam klub kemungkinan bertambah luhur