Pemerintah Didesak Minta Maaf Kepada Puak Korban Pembantaian di Sigi

Pemerintah Didesak Minta Maaf Kepada Puak Korban Pembantaian di Sigi
December 2, 2020 Mark Flores 0 Comments

Suara. com – Pemerintah didesak meminta maaf atas terjadinya pembantaian yang dikerjakan kelompok teroris Mujahid Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora dalam Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Desakan itu disampaikan Ketua Penasihat Public Virtue Tamrin Amal Tomagola. Dia mendesak pemerintah untuk meminta maaf  pada keluarga korban pembunuhan sadis itu.  

Tamrin mengaku sudah menyampaikan desakan tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun media sosial Twitter. Ia mendesak Jokowi mengakui kelalaian negara dalam melindungi rakyatnya.  

“Saya minta terus terang kepada bungkus Jokowi di Twitter, bapak sebagai kepala negara harus mengakui kelengahan dan kelalaian negara ini dan minta maaf kepada rakyat khususnya kepada keluarga korban dan komunitas korban di mana korban letak itu, ” kata Tamrin pada diskusi bertajuk Penyikapan Insiden Kemanusiaan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah secara daring pada Rabu (2/12/2020).  

Baca Pula: Ucapan Mahfud MD Respons Pembantaian Jemaat Gereja pada Sigi Dinilai Amatiran

Desakan Tamrin tersebut tidak terlepas dari instruksi konstitusi negara, Preambule UUD 1945 alinea ke-4 yang menyatakan Pemerintah Negara Republik Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.  

Akan tetapi, patuh Tamrin, hal itu selalu keleleran bahkan bukan hanya di periode Jokowi saja. Menurut dia, negeri sudah lalai menunaikan amanat itu sejak Presiden ke-2 RI Soeharto.  

“Negara lalai dan lengah menunaikan amanat konstitisi tapi sejak kepala mungkin Presiden ke-2 (RI Soekarno) sampai sekarang negara terus cabar dalam memenuhi amant konstitusi paragraf ketiga, ” ujarnya.  

Sebelumnya, kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora membinasakan empat orang yang merupakan mulia keluarga di Desa Lemba Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Keempat warga yang dibunuh pada Jumat (27/11/2020) sekitar pukul 08. 00 WITA tersebut, di antaranya dipenggal dan satu dibakar.

Baca Juga: Teroris MIT Bantai Warga, Kapolri: Kami Buru Sampai Dapat, Tumbuh atau Mati

Keempat korban teridentifikasi sebagai Yasa, menantunya bernama Pinu, dan dua anggota keluarga asing: Pedi dan Naka.