Penjaga: Penyerangan Berdarah ke Green Lake City Diperintahkan John Kei

Penjaga: Penyerangan Berdarah ke Green Lake City Diperintahkan John Kei
June 22, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

Suara. com – Polda Metro Jaya mengungkapkan penyerangan berdarah dalam Green Lake City diperintahkan John Kei. Sehingga polisi menjerat John Kei dengan pasal pembunuhan berencana.

Selain itu 29 orang anak buahnya juga dijerat dengan pasal yang sama. Hal itu menyusul pengeroyokan & berakibat tewasnya Yustus Corwing Rahakbau (46) pada Minggu siang (21/6/2020) sekitar pukul 13. 00 WIB di Duri Kosambi, Jakarta Barat.

Buatan pemeriksaan telepon genggam milik para-para pelaku yang diamankan diketahui ada perintah dari John Kei pada para anak buahnya untuk melayani pembunuhan.

“Ada perintah dari John Kei kepada anggotanya. Indikator permufakatan jahatnya ada rencana pembunuhan terhadap NK (Nus Kei) dan YCR, ” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana di Mako Polda Metro Jaya, Senin (22/6/2020).

Diketahui, peristiwa pengeroyokan dengan senjata intelek yang berujung tewasnya Yustus Corwing Rahakbau (46) pada Minggu siang viral di media sosial serta dilaporkan oleh masyarakat kepada bagian kepolisian.

Baca Serupa: DIjerat Pasal Pantat, John Kei Terancam Hukuman Tewas

TIdak hanya itu, pada keadaan yang sama anak buah John Kei juga melakukan perusakan di rumah Nus Kei dan merusak satu unit kendaraan roda 4 milik tetangga Nus Kei pada Cipondoh, Tangerang.

Atas kejadian tersebut Tim Gabungan Polda Metro Jaya sudah kemudian melakukan penangkapan terhadap John Kei dan 29 orang bagian kelompoknya.

Interpretasi dilakukan di hari yang persis yakni pada Minggu malam (21/6) pukul 20. 15 WIB, di markas John Kei di Jl. Titian Indah Utama X, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, oleh tim gabungan Polda dan Polrestro Tangerang Kota terhadap 30 orang anggota kelompok John Kei cs.

Baca Juga: Soroti Kasus Penyerangan John Kei, Kapolri: Negara Tak Boleh Kalah

Penyidik Polda Metro Jaya juga telah menetapkan John Kei dan 29 anggota kelompoknya jadi tersangka.

Barang bukti yang turut disita petugas antara lain 28 pokok tombak, 24 buah senjata intelek, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 pokok stik bisbol, dan 17 pokok ponsel.

Kasus ini diketahui berawal pada tahun 2018 terkait permasalahan negeri di Ambon antara pihak John Kei dan Nus Kei. Zaman itu pihak John Kei tidak diberikan bagian sebesar Rp1 miliar atas perannya menjaga tanah itu. (Antara)