Pentingnya Nutrisi Mikronutrien Untuk Meningkatkan Imunitas Di Masa Pandemi

pentingnya-nutrisi-mikronutrien-untuk-meningkatkan-imunitas-di-masa-pandemi-1
May 25, 2021 Mark Flores 0 Comments

Bahana. com – Untuk melindungi tubuh sejak virus Covid-19, tidak bisa hanya mengandalkan vaksinasi selalu. Kita juga perlu faktor dukungan lain seperti ragam hidup sehat maupun menggunakan makanan bernutrisi, terutama nutrisi mikronutrien.

Peran nutrisi ini disampaikan oleh Dokter Ijmal dari Divisi Medical Kalbe Farma, dr. Esther Kristiningrum.

“Salah utama untuk menunjang daya awet tubuh yaitu mengonsumsi sasaran dengan nutrisi yang sebanding. Salah satunya mikronutrien dibanding vitamin dan juga mineral, ” ungkapnya pada kegiatan webinar ‘Peran Vitamin & Zinc Dalam Mengoptimalkan Sistem Imun Pasca Vaksinasi COVID-19’, Selasa (25/5/2021).

Fungsi mikronutrien dikatakannya dapat membantu cara metabolisme makanan, meningkatkan daya tahan tubuh, memberi antioksidan, perbaikan sel, dan serupa menjaga fungsi sel.

Baca Serupa: 6 Dasar Ahli Nutrisi Rekomendasikan Konsumsi Buah Naga

“Jadi fungsi mikronutrien secara ijmal adalah membantu memproses metabolisme makanan. Proses metabolisme makanan dari karbohidrat atau gemuk, itu akan diolah dalam sel tubuh yang membentuk energi, ” kara dr. Esther.

Selain itu, energi yang dihasilkan dari makanan dapat membantu sel supaya bekerja lebih baik.

“Dan ini penting, karena gaya yang dihasilkan dari sasaran dapat berguna, yang mampu membantu energi agar organ bekerja lebih baik, ” paparnya.

Ia mengatakan, fungsi mikronutrien serupa dapat memperbaiki sel dengan rusak, sehingga bisa membentengi fungsi sel agar langgeng baik.

Asupan nutrisi mikronutrien sendiri bisa ditemukan melalui makanan seperti sayur-sayuran maupun buah-buahan.

Baca Juga: Apa Saran Ahli Diet Terkait Konsumsi Telur?

“Sebenarnya mikronutrien bisa kita temukan lewat makanan sehari-hari, seperti sayur-sayuran maupun buah-buahan. Tapi ada kondisi di mana kita tidak bisa tercukupi dari makanan dengan sehat saja, misal ada porsi yang kurang, asupan tidak cukup, maupun oalahan makanan yang tidak benar sehingga vitamin di sayuran sudah rusak pra dikonsumsi, ” pungkasnya.