Penumpang Bus Transjakarta Masih Ada yang Abaikan Protokol Kesehatan

Penumpang Bus Transjakarta Masih Ada yang Abaikan Protokol Kesehatan
June 11, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

Suara. com – Penerapan protokol kesehatan di transportasi umum selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi menuju new normal merupakan tantangan tersendiri bagi pengelola dan masyarakat yang mulai beraktivitas kembali.

Salah satu penumpang TransJakarta, Aulia (25) bercerita dirinya sudah kurang lebih tiga bulan bekerja daripada rumah sesuai dengan anjuran negeri dan kantornya, namun sejak pemerintah mulai melonggarkan PSBB, dia diwajibkan untuk kembali masuk kantor.

Kondisi pandemi virus corona covid-19 yang masih meningkat membuatnya ekstra waspada sebagai pengguna setia transportasi umum TransJakarta selama kurang lebih 2 tahun ia mengadu nasib di Ibu Kota.

“Saya biasa naik rute 9B Kota-Pinang Ranti, turun di Tegal Parang, jalan dikit ke biro, tapi ini udah empat keadaan ngantor, sekarang harus transit, terbang koridor 1, transit ke bus 13C Dukuh Atas-Tendean, ” kata Aulia kepada Suara. com, Kamis (11/6/2020).

Aulia menilai fasilitas pendukung protokol kesehatan yang disediakan pengelola TransJakarta baik di halte maupun di dalam bus sudah cukup menghasilkan nyaman dari ancaman virus, namun dia menyoroti kesadaran masyarakat yang masih bandel mengabaikan protokol kesehatan.

Baca Juga: Kabar Baik, Obat Itu Punya Hasil Menjanjikan Untuk Melayani Covid-19

Suasanan penumpang Bus Transjakarta di dalam halte. (Suara.com/Tyo)
Suasanan pengikut Bus Transjakarta dalam halte. (Suara. com/Tyo)

“Hand sanitizer lengkap, cek suhu, akan tetapi ya kadang ada saja penumpang yang ngotot masuk ke bus baik udah petugas bilang sudah lengkap, kadang sampai TNI-nya ikut ngurusin, ” ucapnya.

Di sisi lain, dia juga mencoba memahami penumpang yang bandel tersebut kemungkinan memiliki perhatian yang mendesak atau buru-buru tengah busnya terbatas juga.

“Ya mungkin TJ-nya suka nambahin bus biar waktu nunggunya lebih cepat ya mungkin enggak terlalu banyak antrean, ” kata dia.

Baca Pula: Longgarkan Aturan Covid-19, Pasangan Ini Langsung Menikah pada Hari Pertama

Untuk diketahui, di masa PSBB transisi ini TransJakarta yang sebelumnya dibatasi dari memukul 06. 00–18. 00 WIB bertukar menjadi mulai pukul 05. 00-22. 00 WIB di seluruh koridor utama untuk pelanggan umum dan penambahan waktu operasional layanan istimewa bagi tenaga kesehatan pada jam 22. 00 – 24. 00 WIB.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menentukan kebijakan PSBB Pergantian yang dibagi menjadi dua fase pelonggaran dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Fase pertama akan dilakukan semasa Juni dan akan dievaluasi di akhir bulan, jika hasil evaluasinya buruk bukan tidak mungkin Pemprov DKI akan kembali menerapkan PSBB total.

Pekan pertama (5-7 Juni 2020): tempat ibadah, fasilitas olahraga outdoor, mobilitas kendaraan pribadi, mobilitas kendaraan umum, taksi (konvensional dan online) kembali dibuka.

Kemudian, pekan Kedua (8-14 Juni 2020): Perkantoran, Rumah mamah, Perindustrian, Pergudangan, Pertokoan, Layanan pendukung (bengkel, servis, fotokopi, dll), Museum, galeri, Perpustakaan, Ojek (Online serta Pangkalan), UMKM binaan Pemprov, Taman, RPTRA, Pantai mulai dibuka.

Pekan Ke-3 (15-21 Juni 2020): Pasar, induk perbelanjaan, mall (non-food/pangan), Taman tamasya indoor, Taman rekreasi outdoor, & Kebun binatang mulai dibuka.

Terakir pekan keempat (22-28 Juni 2020) Semua kegiatan pada fase 1 dibuka & akan dievaluasi setelah itu.