Rocky Gerung Beri Kritik Pedas ke Gibran, Yunarto Wijaya: Cari Keriuhan?

Rocky Gerung Beri Kritik Pedas ke Gibran, Yunarto Wijaya: Cari Keriuhan?
July 23, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

Suara. com – Direktur Lembaga Survei Charta Politika, Yunarto Wijaya enggan menghakimi kritik pedas pengamat politik Rocky Gerung terhadap Gibran Rakabuming, anak sulung Presiden Joko Widodo.

Sekadar kabar, Rocky membuat video berjudul dengan membahas majunya Gibran Rakabuming jadi calon wali kota dalam Pilkada Solo 2020.

Rocky melontarkan banyak kata-kata pedas dalam video berjudul “PILWALKOT SOLO, KOTAK KOSONG VS 0T4K KOSONG” yang diunggah ke YouTube, Senin (20/7/2020).

Namun Yunarto merasa pernyataan Rocky dalam video itu tak perlu diperdebatkan. Hal itu disampaikan Yunarto melalui cuitan di akun Twitter miliknya, pada Rabu (22/7/2020).

“Apa juga yg mau didebat dari statement RG tentang penggagas kosong vs kotak kosong? ” tulis Yunarto.

Ia justru menyindir Rocky Gerung dengan nama “Celana Dalam Kosong”.

“Khan gak mungkin juga bilang RG ‘Celana Dalam Kosong’ hanya karena tempat gak nikah, kecuali emang tujuannya sekedar mencari keriuhan, ” ujar Yunarto.

Yunarto Wijaya merasa komentar pedas Rocky Gerung kepada Gibran tidak perlu diperdebatkan (Twitter)
Yunarto Wijaya merasa komentar pedas Rocky Gerung kepada Gibran tidak perlu diperdebatkan (Twitter)

Cacat cuitan Yunarto ini memancing penuh respon warganet.

Sebagian netizen membela Roky Gerung dan merasa Yunarto tidak perlu menyerang kehidupan pribadi mantan dosen Universitas Indonesia itu.

“RG nikah apa gak itu urusan privat dia. Celana dalam rupanya kosong jg urusan privat tempat. Rakyat gak rugi. Demokrasi gak turun krn itu juga, ” komentar @fendypasgmailc1.

Sementara warganet lain setuju dengan sindiran Yunarto terhadap Rocky Gerung.

“Saya paling suka kalimat ‘Celana Dalam Kosong’ nya mas. Menggigit banget, ” kata @askos88.

Untuk diketahui, Rocky Gerung mengatakan bahwa Gibran tidak akan kalah melawan tempat kosong.

“Politik Solo akan berupaya untuk menghindari itu. Artinya kemungkinan untuk dikalahkan kotak kosong akan tertutup. Jadi akan dicari cara supaya kotak kosong juga ditaklukan, ” kata Rocky dalam video yang diunggah ke kanal YouTube Rocky Gerung Official.

Ia melanjutkan, “Jadi meme sekarang kalau kotak kosong yang tergelincir di Solo yang menang apa? Otak kosong? Jadi otak sunyi versus kotak kosong. ”

Pada video itu, Rocky juga menyebut majunya Gibran dalam kontestasi kebijakan tersebut menunjukkan Jokowi otoriter diatas era rezim Soeharto.

Ia merasa umum sudah muak dengan aksi Jokowi mengondisikan pesaing Gibran, Achmad Purnomo yang saat ini menjabat Pemangku Wali Kota Solo.

Rocky menyebut Jokowi secara terang-terangan sedang memainkan penyogokan politik demi memuluskan langkah anaknya menjadi orang nomor satu dalam Kota Solo.

“Jokowi sogok lawan anaknya dengan mengundang ke Istana. Ini orang nggak lagi kurang macam-macam, ini bukan sekadar arogansi, tapi maksimum kebusukan politik, ultimum kebusukan politik, ” ucapnya.