Selundupkan 402 Kg Sabu dari Iran ke Sukabumi, Pelaku Terancam Azab Mati

Selundupkan 402 Kg Sabu dari Iran ke Sukabumi, Pelaku Terancam Azab Mati
June 6, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

SuaraJabar. id – Ancaman balasan seumur hidup hingga hukuman asal menanti para pelaku penyelundup narkotika jenis sabu di Vila Taman Anggrek, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam penggerebekan yang dilakukan pada, Rabu (3/6/2020), tim gabungan Satgasus Merah Putih Polda dan Dir Narkoba Polda Metro Jaya menyita barang bukti sabu seberat 402, 38 kilogram.

Total ada enam pelaku yang diamankan. Mereka masing-masing berinisial BK (45), I (33), S (36), NH (40), R (41) dan YFC (31).

Para pelaku bertugas sebagai kapten kapal, anak buah kapal (ABK), dan petugas dengan mengatur pengiriman sabu jalur darat hingga disimpan di Sukaraja.

Kapten & ABK bertugas menjemput sabu-sabu daripada Iran dengan metode transaksi ship to ship di Samudera Hindia.

Barang haram itu, diambil dari sebuah kapal yang sudah menunggunya di bahar internasional dan dipindahkan ke kapal nelayan.

“Adapun kapal nelayan yang dimanfaatkan untuk mengangkut barang itu disewa dengan harga Rp 240 juta, ” jelas Kabareskrim Mabes Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, dikutip dari Sukabumi Update —jaringan Perkataan. com —Sabtu (6/6/2020).

Kemudian sabu-sabu diserahkan kepada dua tersangka lainnya yang bertugas untuk mengatur perjalanan darat.

Simpulan lainnya bertugas menyiapkan mobil dan menyewa rumah di Villa Rajin Anggrek di Desa/Kecamatan Sukaraja.

“Pada kejadian ini kami masih memburu simpulan lainnya terkait sindikat peredaran sabu-sabu jaringan internasional dan diharapkan bisa segera tertangkap, ” ujar Listyo.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 114 Bagian (2) Subsider Pasal 112 Bagian (2) Undang Nomor 35 Tarikh 2009 tentang Narkotika, ” pungkasnya.

Di dua pasal itu, para karakter diancam hukuman mati dan atau seumur hidup.

Pengungkapan kasus penyelundupan sabu di Sukabumi ini merupakan perluasan kasus sabu-sabu dari Timur Sedang di wilayah Banten dengan bahan bukti 800 kilogram lebih yang lebih dulu dibongkar pihak kepolisian.