Sempat Menolaj, Kini Banyak Orang Amerika yang Ingin Dapat Vaksin Covid-19

Sempat Menolaj, Kini Banyak Orang Amerika yang Ingin Dapat Vaksin Covid-19
December 15, 2020 Mark Flores 0 Comments

Pandangan. com – Tujuh dari 10 orang Amerika mengutarakan mereka “pasti atau mungkin” memperoleh vaksin Covid-19, ungkap sebuah inspeksi baru.

Statistik baru 71 persen mengatakan bahwa mereka akan mendapatkan vaksin. Padahal, menurut jajak pendapat sejak Kaiser Family Foundation, sebelumnya cuma 63 persen yang ingin mendapatkan vaksin.

Sistem penelitian kesehatan nirlaba tersebut mensurvei 1. 676 orang dewasa di tengah kekhawatiran dari para ahli bahwa tidak cukup orang Amerika yang mempercayai vaksin virus corona.

Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka di negara itu, mengucapkan sekitar 75 hingga 80 persen populasi perlu divaksinasi untuk menyentuh kekebalan kawanan.

Menyuarakan Juga: Ibu Positif Covid-19, Bagaimana Nasib Raffi Ahmad dan Keluarga?

Dua puluh tujuh persen dari mereka yang belum lama ini disurvei mengatakan bahwa itu “pasti atau mungkin” tidak mau divaksinasi.

Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

“Kelompok ini secara tidak proporsional terdiri dari Republik serta orang-orang yang tidak lebih lantaran pendidikan tingkat sekolah menengah, ” kata Kaiser dalam sebuah maklumat.

Orang kulit hitam Amerika, orang yang tinggal di daerah pedesaan dan Republik termasuk yang paling lengah untuk mendapatkan suntikan – namun alasan mereka bervariasi, menurut petunjuk itu.

“Beberapa orang dewasa kulit hitam lengah dengan alasan yang bisa berubah dengan lebih banyak informasi, ” kata laporan itu.

Sekitar 71 komisi dari mereka yang mengatakan itu tidak akan mendapatkan vaksin mengutarakan mereka khawatir tentang kemungkinan hasil samping, sementara sekitar 50 upah dari kelompok tersebut takut itu dapat tertular virus.

Baca Juga: Positivity Rate Corona RI Jadi 18, 1 Persen, Satgas: Sangat Merusuhkan

Untuk Partai Republik, 57 persen dari mereka yang disurvei mengambil “risiko Covid-19 yang dibesar-besarkan” jadi alasan utama mereka pasti ataupun mungkin tidak akan mendapatkan vaksin.