Soal Keputusan Turnamen, Mohammad Ahsan Pertanyakan Usaha BAC

soal-keputusan-turnamen-mohammad-ahsan-pertanyakan-usaha-bac-1
May 14, 2021 Mark Flores 0 Comments

Suara. possuindo – Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan mengaku heran dan mempertanyakan usaha Badminton Asia Confederation (BAC) dalam mengambil keputusan soal nasib seluruh turnamen bulu tangkis yang digelar di Asia.

Hal tersebut disampaikan Ahsan menanggapi penundaan dan pembatalan dua turnamen kualifikasi Olimpiade Tokyo, yakni Malaysia Open 2021 pada 25-30 Mei dan Singapore Open 2021, yang sedianya digelar pada 1-6 Juni. Ini sebetulnya bukan penundaan pertama kali karena sebelumnya, Kejuaraan Asia yang seharusnya digelar April lalu juga telah dibatalkan terimbas pandemi COVID-19.

Penundaan dan pembatalan tersebut dianggap tidak adil mengingat kejuaraan bulu tangkis Eropa masih bisa berlangsung, tetapi bukan dengan kejuaraan di Asia.

“Ya pasti kurang adil ya. Tapi ini seharusnya tanggung jawab federasi badminton Asia (BAC), bagaimana usahanya untuk menyelenggarakan Kejuaraan Asian countries, ” kata Ahsan kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Baca Juga: Rafael Nadal Masih Ragu ke Olimpiade Tokyo

“Saya tidak tahu apakah mereka sudah berusaha atau cuma diam saja, ” kata dia menambahkan.

Penundaan serta pembatalan dua turnamen tersebut membuat Ahsan dan pra pebulu tangkis Indonesia lainnya kehilangan kesempatan mengikuti turnamen pemanasan menjelang Olimpiade Tokyo yang digelar Juli mendatang.

Tak hanya itu, keputusan tersebut juga amat disayangkan karena masih banyak pemain Asia, termasuk Indonesia yang tengah berjuang mengumpulkan poin demi lolos Olimpiade Tokyo.

“Ya sesungguhnya sangat disayangkan karena banyak pemain yang masih mengejar poin untuk Olimpiade. Namun mau bagaimana lagi, ini sudah keputusan BWF serta negara penyelenggara, ” ucap pasangan Hendra Setiawan tersebut.

“Kami juga sudah tidak bisa mengukur sejauh kemampuan kami sebelum Olimpiade, ” tambah dia.

Baca Juga: Dua Atlet Dayung RI Lolos Olimpiade, WRF Tunggu Konfirmasi KOI

Meski tanpa kedua turnamen tersebut, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sebetulnya sudah mengamankan satu tiket ke Olimpiade 2020 Tokyo bersama kompatriotnya sesama ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.