Studi: Mi Instan Terbukti Tidak Menyimpan Lilin Penyebab Kanker

Studi: Mi Instan Terbukti Tidak Menyimpan Lilin Penyebab Kanker
August 20, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

SuaraBanten. id – Pernah ramai di publik keterangan mengenai mi instan yang mengandung lapisan lilin dan bisa menimbulkan kanker atau rambut rontok.

Apakah betul demikian? Sebelumnya, diketahui bahwa lilin bukan hal yang wajar untuk bisa masuk ke tubuh pribadi hingga dipercaya dapat menyulitkan organ pencernaan.

Tapi tenang saja, anggapan mi instan mengandung lapisan lilin nyatanya tak benar. Hal tersebut sesuai dengan ‘investigasi’ yang dilakukan dan telah dipublikasikan USA Today.

Dari hasil penelitian, diketahui belum ada bukti atau laporan yang mengatakan lilin dimanfaatkan sebagai bahan dalam mi instan atau dalam wadah styrofoam.   Rumor seputar penggunaan lilin di dalam mi instan sendiri telah berputar di internet sejak tahun 2000 atau bahkan lebih awal, taat situs pengecekan fakta Snopes.

Dalam ramah tahun 2017 dengan Wakil Jalan online, Della Rachmadia, ahli gizi di Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya mengatakan bahwa perusak instan dapat memicu sel kanker untuk aktif, begitu juga dengan semua makanan olahan seperti kornet dan nugget.

“Baik mi maupun salut penyedapnya mengandung bahan pengawet, berarti mengandung natrium dalam jumlah mulia. Mi instan bisa berbahaya bagi orang yang sudah mengidap sakit atau tekanan darah tinggi. Akan tetapi jelas tidak secara langsung membuat kanker, ” kata Della dikutip dari Asiaone.

Agensi Makanan di Singapura juga mengklarifikasi di situsnya kalau mi instan tidak dilapisi lilin untuk membuatnya tampak mengkilap. Justru mi dikeringkan dengan suhu  agung untuk mengurangi kelembapan. Ini mau menyebabkan pemuaian permukaan mi kering dan membuatnya tampak mengilap.

Kebanyakan mi instan mengandung monosodium glutamat atau dengan lebih dikenal dengan MSG, penambah rasa yang banyak ditemukan di makanan olahan. Namun, beberapa penelitian menemukan sedikit bukti bahwa orang yang mengonsumsi MSG memiliki hasil buruk.

Perusahaan Jepang yang memproduksi MSG, Ajinomoto, juga telah menyatakan pada situsnya bahwa MSG tidak menerbitkan kerontokan rambut. Penyebab rambut bertukar malah bisa karena faktor genetik, penuaan, perubahan hormonal dan stres. Tetapi meski mi instan tak secara langsung menyebabkan kanker atau pun kerontokan rambut, bukan berguna sehat dikonsumsi.

Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi mi instan secara tetap dapat meningkatkan risiko kondisi dengan dikenal sebagai sindrom metabolik. Karakter dengan sindrom metabolik mungkin memiliki tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, diabetes, atau risiko keburukan jantung.