Substansi Kripto Link Eye Kini Diperdagangkan di Indodax

Substansi Kripto Link Eye Kini Diperdagangkan di Indodax
October 26, 2020 Mark Flores 0 Comments

Bahana. com – Bentuk keuangan finansial terdesentralisasi atau decentralized finance/DeFi saat ini sedang digandrungi oleh pegiat blockchain di segenap dunia. Satu lagi, aset kripto baru yang bergerak di DeFi masuk ke Indonesia. Ialah substansi kripto Link Eye (LET) listing di Indodax pada Oktober itu.

COO LET Hordi Vitalii mengatakan, Indonesia merupakan pasar yang potensial di bidang cryptocurrency atau aset kripto. Menurutnya, Indonesia adalah negara dengan pasar cryptocurrency yang lebih terpendam melebihi China.

“LET akan berusaha sekuat gaya untuk mendapatkan pijakan di rekan dan akan secara proaktif menyelenggarakan aktivitas pemasaran di pasar. LET ingin mendapatkan perhatian yang bertambah besar di masyarakat Indonesia serta berharap bisa membangun komunitas yang kuat di Indonesia, ” sebutan Vitalii dalam keterangannya, Selasa (27/10/2020).

Vitalii mengatakan, tercatatnya LET di pasar uang Indodax menandai langkah pertamanya mengambil pasar Asia dan ekspansi ijmal. Karena Indonesia yang potensial, LET juga meyakini reputasinya akan meningkat setelah masuk ke Indodax.

Baca Juga: Simpan Aset Kripto di ZipUp Bisa Bikin Untung

“Pencantuman Link Eye di Indodax pasti hendak menjadi acara yang menarik dan dapat meningkatkan reputasi Link Eye di pasar global, ” sebutnya.

Vitalii menjelaskan, LET didirikan pada tarikh 2017 dimana tim dari Link Eye dilatarbelakangi tim yang merupakan orang-orang yang kuat di dunia finansial dan blockchain.

Link Eye sudah berkomitmen untuk mengeksplorasi data kredit aset digital, dan diharapkan sanggup memberi pengguna pinjaman aset digital terdesentralisasi.

Link Eye yang berfokus pada petunjuk kredit terdesentralisasi dimana layanan oracle-nya juga dapat memberikan data nama yang akurat untuk produk DeFi, dan juga berkontribusi pada proses keamanan produk DeFi.

“Melalui teknologi blockchain dan kontrak pintar, kami mau menjamin kecerdasan, keamanan, dan kesejukan aset on-chain pengguna serta menciptakan ekosistem DeFi yang kuat serta beragam, ” jelasnya.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan P2P, Spot dan Batas Trading di Ruang Kripto

Sementara itu, CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, bahwa Indonesia adalah rekan potensial pengembangan blockchain dan aktiva kripto. Tidak heran jika banyak para developer kripto dari seluruh dunia masuk ke Indonesia.