Tak Ditolong Mengecas HP, Ayah Sembarangan Gebuki Anaknya Pakai Balok

Tak Ditolong Mengecas HP, Ayah Sembarangan Gebuki Anaknya Pakai Balok
May 13, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

SuaraJatim. id – Seorang pria berinisial Jp di Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji tukul tahanan Polres Trenggalek.

Jp tega menganiaya anak kandungnya sendiri yang sedang di bawah umur, hingga menjadikan luka robek di kepala makin patah tulang bagian lengan.

“Memang betul kejadian tersebut, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada, 26 Maret 2020, ” kata Wakapolres Trenggalek Kompol Wiji Rahayu seperti diwartakan Suara Indonesia –jaringan Suara. com, Rabu (13/5/2020).

Wiji mengatakan, rangkaian Polres Trenggalek telah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku KDRT yang korbannya tidak lain adalah anak kandungnya sendiri yang masih pada bawah umur.

“Saat ini tersangka Jp dan semua barang bukti telah kita amankan guna proses bertambah lanjut, ” terangnya.

Di tempat yang sama, Kasatreskrim Polres Trenggalek Iptu Bima Pria Laksana menyampaikan, peristiwa penganiayaan ini terungkap berawal adanya pengaduan dari masyarakat. Dimana masyarakat sudah mengetahui adanya kejadian kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT) di daerah Pogalan.

Usai mendapat pengaduan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi atau wadah kejadian perkara (TKP), dan dalam situ tinggal ayah atau Jp (tersangka) dan korban. Hingga kesimpulannya petugas langsung meringkus Jp untuk dibawa ke Polres Trenggalek.

“Petugas langsung menyembunyikan Jp dan saksi untuk dimintai keterangan kronologi peristiwa itu bisa terjadi, ” kata dia.

Bima pula menyampaikan, aksi penganiayaan itu terjadi ketika sang ayah meminta sokong kepada anaknya untuk mencolok handphone miliknya karena tidak bisa dicas. Jiwa pelaku meledak karena sang budak tidak memberikan respons. Secara spontan, Jp langsung mengayunkan  tangannya ke arah korban.

“Tidak hanya puas di situ, tersangka kemudian mengambil semak dengan panjang 60 cm dan dipukulkan ke korban berkali-kali, ” tuturnya.

Iptu Bima juga menambahkan, di dalam saat itu, korban memang tahu menangkis.

Hingga akhirnya korban mengalami luka di bagian kepala sebelah kiri 4 cm, bagian belakang kepala 5 cm dan patah tangkas tangan setelah dilakukan visum.

Akibat lantaran perbuatannya, JP yang saat itu telah ditetapkan sebagai tersangka bakal dikenakan pasal tentang KDRT & Perlindungan Anak dengan ancaman 10 tahun penjara.