Tekanan Tinggi dan Gestur Angkat Ke-2 Tangan Jokowi saat Ancam Reshuffle

Tekanan Tinggi dan Gestur Angkat Ke-2 Tangan Jokowi saat Ancam Reshuffle
June 28, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

Suara. com – Kepala Joko Widodo mengungkapkan kekecewaannya kepada jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Kekecewaan Jokowi tersebut didasarkan atas penilaian menghantam kinerja sejumlah pembantunya yang dianggap biasa-biasa saja.

Padahal, kata Jokowi, negeri kekinian sedang menghadapi banyak masalah, terutama wabah virus corona covid-19 yang menghantam sektor kesehatan maupun perekonomian.

Bahkan, dalam pidatonya di hadapan anggota kabinet, Jokowi  mengancam merombak kabinet atau reshuffle .

Jokowi meminta kepada jajaran menteri agar bisa mengambil langkah tambahan dalam membantu rakyat Indonesia. Ia mengaku siap mempertaruhkan reputasi politik demi rakyat.

Mengaji Juga: Jokowi soal Menteri Kerja Biasa-biasa Saja: Apa-apaan Ini, Bisa Reshuffle!

“Hanya gara-gara urusan peraturan, urusan peraturan. Itu extra ordinary . Saya harus ngomong apa adanya, enggak ada progres yang signifikan, enggak ada. Kalau mau mengambil perppu lagi, saya buatkan perppu. Kalau yang sudah ada belum cukup, ” kata Jokowi.

Pidato itu diucapkan Jokowi saat menyampaikan pedoman dalam sidang kabinet paripurna, pada Istana Negara tanggal 18 Juni 2020.

Tetapi, Sekretariat Presiden baru mengunggah video pidato Jokowi pada kanal YouTube mereka hari Minggu (28/6/2020).

Baca Juga: Setahun Kabinet Jokowi, Survei ASI: 75, 6 Persen Publik Ingin Ada Reshuffle

“Asal untuk rakyat, asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya. Sekali lagi tolong ini betul-betul dirasakan kita semuanya, jangan sampai ada hal yang justru menganggu, ” sambung Jokowi.

Intonasi bicara Jokowi bahkan meninggi saat memberikan arahan yang berujung kepada ancamannya untuk melakukan reshuffle .

Pada ujung pernyataannya, Jokowi bahkan sempat memberikan gestur mengangkat kedua tangan.

Ia berujar akan melakukan langkah apa saja mulai dari keputusan politik hingga jalan kebijakan di pemerintahan.

“Langkah apa pun yang extra ordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja membatalkan lembaga, bisa saja reshuffle . Sudah kepikiran ke mana-mana saya, entah buat perppu yang lebih penting lagi jika memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah, ” ujar Jokowi.