Tepergok Bawa Golok untuk Tawuran, Remaja Ini Diamankan Polsek Ngampilan

Tepergok Bawa Golok untuk Tawuran, Remaja Ini Diamankan Polsek Ngampilan
July 16, 2020 Mark Flores 0 Comments

–>

SuaraJogja. id – Nasib apes dialami muda 17 tahun asal Bantul, DALAM Yogyakarta. Pemuda berinisal HD tersua membawa golok saat mencari musuhnya yang menantang tawuran di daerah Bugisan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Rabu (15/7/2020).

Kapolsek Ngampilan, Kompol Hendro Wahyono mengatakan jika pelaku masih menempuh pendidikan kelas tiga SMA dalam sekolah swasta wilayah Yogyakarta. Sebelumnya, HD belum pernah terlibat urusan hukum yang akhirnya mengharuskan ia berurusan dengan pihak kepolisian.

“Pelaku muncul ke rumah kawannya di Imogiri, Bantul. HD berkunjung ke panti DF pada Rabu sekitar jam 01. 00 wib. Sampai di rumah DF, Akhirnya HD mengajak DF untuk mencari minuman beralkohol di sekitar Imogiri, Bantul, ” ujar Kompol Hendro kepada kuli, Kamis (16/7/2020).

Asik menenggak minuman beralkohol, pukul 02. 00 wib, HD mendapatkan pesan WhatsApp dari temannya berinisial BM yang beralamat dalam Imogiri, Bantul. BM memberitahu HD dan DF jika akan ada tawuran antara kelompok mereka secara geng sekolah lain.

“HD dan DF akhirnya datang ke rumah BM. Ternyata BM juga sudah mengundang temannya. Mereka berempat akhirnya menuju ke tempat yang telah disepakati di daerah Prawirotaman. Sesampainya pada sana teman pelaku juga sudah berkumpul. Total ada 14 orang dengan menggunakan tujuh motor, ” kata Hendro.

Tempat yang menjadi letak untuk tawuran yakni di kawasan Bugisan, Wirobrajan, Yogyakarta. Sayang, sesampainya di lokasi, HD dan temannya tak menemui musuh mereka. HD cs, akhirnya memutuskan untuk berputar-putar mencari musuh tersebut.  

“HD & teman-temannya sampai di Simpang 4 Terminal Ngabean sekitar pukul 03. 30 wib. Ada petugas dengan memang sedang berjaga di kira-kira Ngabean. Akhirnya petugas melakukan pencarian kepada HD karena ketahuan membawa sajam yang disembunyikan dibalik jaketnya, ” sambung Hendro.

Polisi akhirnya meringkus HD karena kedapatan membawa senjata intelek berupa golok. Namun demikian, kepemilikan senjata tajam tersebut sebenarnya milik DF.

Adapun, barang bukti yang disita oleh polisi dari HD ialah sebuah sepeda motor yang dipakai untuk tawuran dengan merek Honda Scoopy warna putih. Sebuah sangkur berukuran 30 cm. Ketiga, jaket pelaku yang dipakai untuk menyurukkan golok.  

“Karena umurnya masih dikategorikan di bawah umur yakni sedang 17 tahun berjalan 8 kamar, masih kami kenakan undang-undang pelestarian anak. Kemudian kami kenakan selalu sanksi pidana pasal 2 Peraturan Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ancamannya hukuman maksimal 10 tarikh penjara, ” ujar Hendro.