TKA Dilarang Masuk Indonesia, Dengan jalan apa Nasib Shin Tae-yong?

July 23, 2021 Mark Flores 0 Comments

Suara. com – Pemerintah Indonesia resmi melarang awak negara asing (WNA) tercatat tenaga kerja asing (TKA) masuk ke wilayah NKRI per 21 Juli 2021 sebagai usaha menekan penyebaran Covid-19.

Lalu bagaimana kadar pelatih Timnas Indonesia pokok Korea Selatan Shin Tae-yong yang saat ini masih berada di negara asalnya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tubuh.

PSSI menetapkan Shin Tae-yong bisa kembali ke Indonesia pada 5 Agustus mendatang. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, berharap pembimbing 52 tahun itu pasti diperbolehkan memasuki wilayah Indonesia.

“Semoga Shin Tae-yong sedang bisa masuk Indonesia, ” kata Yunus Nusi masa dihubungi oleh awak media, Kamis (22/7/2021) malam.

Baca Juga: PSSI Belum Tahu Elkan Baggott Dipanggil TC Timnas Indonesia atau Tidak

Situasi laksana ini bukan yang prima kali dihadapi Shin Tae-yong. Pada Juli 2020, kejadian serupa juga terjadi tetapi dirinya bisa masuk Indonesia karena bagian dari order strategis nasional.

Dalam Permenkumham Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pembatasan Orang Langka Masuk ke Wilayah Indonesia Dalam Masa Pemberlakuan Pemisahan Kegiatan Masyarakat Level 4, ada beberapa pihak yang tetap boleh masuk ke wilayah Tanah Air.

Kurang diantaranya adalah orang asing pemegang visa diplomatik/visa biro, orang asing pemegang kerelaan tinggal diplomatik/izin tinggal jawatan, dan orang asing pemegang izin tinggal terbatas/izin letak tetap.

Selain itu ada lagi tubuh alat angkut yang sampai dengan alat angkutannya. Berarakan terakhir orang asing tujuan kesehatan dan kemanusiaan dengan mendapat rekomendasi dari Kementerian/lembaga yang menyelenggarakan fungsi pengerjaan Covid-19.

Terkait hal tersebut Yunus menyebut akan berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) supaya Shin Tae-yong dan staf mendapat pengecualian.

Baca Juga: TC Timnas Senior Pembukaan Agustus Bisa Digelar pada Jakarta, Tapi…

“Kami akan konsultasikan hal itu ke Pak Menpora. Bisa saja Shin kembali ke sini sebab kami memakai Inpres Nomor 3 tahun 2019, ” pungkasnya.