Wujud OP, Kevikepan DIY Tumbuhkan Watak Toleransi lewat Ecotourism

Wujud OP, Kevikepan DIY Tumbuhkan Watak Toleransi lewat Ecotourism
November 15, 2020 Mark Flores 0 Comments

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Hiskia Andika Weadcaksana Minggu, 15 November 2020 | 18: 20 WIB

Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko beriringan dengan Romo Kevikepan DIY mengikuti jajaran Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) DIY membuat simbol pemaafan di Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius, Kidul Loji, Minggu (15/11/2020). – (SuaraJogja. id/Hiskia Andika)

Danang menyampaikan bahwa 2020 ini sanggup dianggap sebagai tahun kontemplasi sebab semua pihak.

SuaraJogja. id – Pandemi Covid-19, yang dirasakan hampir seluruh elemen masyarakat, membina beberapa pihak mulai memikirkan cara untuk bisa bertahan dan terbit kembali. Semangat toleransi dan mengangkat royong menjadi landasan penting buat berkembang dalam melewati masa pandemi sekarang ini.

Semangat toleransi dan mengangkat royong tersebut turut disampaikan pada pertemuan antara Ketua DPRD Tanah air Yogyakarta Danang Rudiyatmoko bersama dengan Romo Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta serta jajaran Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) DIY di Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius, Kidul Loji, Minggu (15/11/2020).

Danang menyampaikan kalau 2020 ini dapat dianggap jadi tahun kontemplasi oleh semua pihak. Menurutnya, 2020 dapat digunakan buat kembali merencanakan serta mematangkan pengamalan program pembangunan wilayah dengan pertolongan penuh semangat toleransi dan mengangkat royong.

Disebutkan Danang, semangat toleransi dan gotong royong itu salah satunya bisa dimulai dari saudara-saudara pengikut Katolik di Kevikepan DIY. Lantaran situ nantinya akan muncul suatu keteladanan sikap yang diharapkan dapat menjadi acuan masyarakat dalam bertindak.

“Wujud keteladanan itu berupa hasil kontemplasi untuk melakukan hidup yang seimbang antara kewajiban kepada Tuhan Dengan Maha Esa, kepada sesama, serta kepada alam, ” kata Danang kepada awak media.

Danang mengatakan, implementasi kehidupan yang seimbang itu telah dilakukan oleh umat Katolik mencuaikan dibangun serta dikembangkannya Omah Paseduluran (OP). OP, yang diinisiasi oleh Kevikepan DIY tersebut, juga mampu dianggap sebagai contoh dalam menggelar ecotourism di wilayahnya.

Menurutnya, selain memajukan ecotourism, kehadiran OP juga sanggup dijadikan sebagai laboratorium edukasi tak melulu edukasi terkait dengan pelajaran formal, melainkan juga dengan pelajaran kemasyarakaran.

“Semangat edukasi pendidikan kemasyarakatan di hal ini karena Omah Paseduluran selalu aktif dalam menyebarkan temperamen toleransi dan gotong royong di wujud kehidupan bertani, berkebun serta mengandalkan kembalinya fungsi sosial di proses kehidupan menggereja, berbangsa, bermasyarakat dan bernegara untuk kemaslahatan ketenteraman warga, ” paparnya.

Dalam kesempatan itu pula, Danang mengajak seluruh umat Katolik di Kevikepan DIY buat selalu menjaga kehidupan toleransi dalam masyarakat, terlebih saat ini menginjak masa Adven.

Kehidupan toleransi itu sejatinya menjadi ruh dalam kehidupan pada setiap umat.